PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK HDPE SEBAGAI BAHAN ADITIF TERHADAP ASPAL DENGAN AGREGAT KASAR HASIL LIMBAH BETON

  • Ita Lopang
  • Nicholas Tedjasukmana
  • Ardeneline Lara Yana P.
  • Jerry Jerry
  • Amelia Makmur

Abstract

Peningkatan kinerja campuran aspal dapat dilakukan dengan memodifikasi campuran aspal untuk mendapatkan campuran aspal yang kuat dan tahan lama. Namun, jalan raya yang digunakan setiap hari tidak luput dari kerusakan yang diakibatkan oleh iklim, cuaca, dan kapasitas kendaraan, khususnya di Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan tinggi dan jumlah kendaraan yang meningkat pesat. Oleh karena itu, dibutuhkan aspal yang tahan terhadap perubahan cuaca dan iklim, dengan penggunaan bahan aditif seperti plastik HDPE (High Density Polythylene). Dalam penelitian sebelumnya telah didapatkan mix design HDPE optimum sebesar 8-9%.  Plastik ini akan digunakan sebagai bahan aditif terhadap aspal modifikasi dengan kandungan agregat kasar yang merupakan hasil dari daur ulang limbah beton. Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan pengujian aspal dengan agregat kasar menggunakan limbah uji beton dan dihasilkan hasil uji marshall yang lebih rendah dibandingkan dengan aspal biasa tanpa campuran aditif. Untuk meningkatkan hasil tes marshall terhadap aspal dengan agregat kasar hasil dari limbah uji beton digunakan plastik HDPE. Limbah Beton yang digunakan adalah limbah beton dengan spesifikasi fc’>30 Mpa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan plastik HDPE terhadap campuran aspal modifikasi agregat Bin 1 hasil limbah uji beton, dengan nilai persentase sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% dari total berat agregat Bin 1. Dari pengujian yang telah dilakukan terlihat bahwa plastik HDPE akan menurunkan nilai stabilitas dengan nilai VIM, VMA, dan VFA yang  tidak memenuhi spesifikasi. Nilai terbaik yang diperoleh dengan kadar 30% dari dari total berat agregat Bin 1.

Kata Kunci: plastik HDPE, aspal, limbah beton, agregat, stabilitas
Published
2018-08-09