Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.): Pengukuran Kadar Malondialdehid (MDA) pada Tikus Wistar (Rattus novergicus) Hiperurisemia

  • Anna Maria Dewajanti Staf Pengajar Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
  • Erma Mexcorry Sumbayak Staf Pengajar Bagian Histologi, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
  • Maria Andriana Neno Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Abstract

Pada keadaan hiperurisemia terjadi peningkatan jumlah radikal bebas. Salah satu indikator peningkatan radikal bebas pada manusia adalah meningkatnya kadar malondialdehid (MDA). Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas infusa biji kopi arabika sebagai antioksidan dengan cara mengukur kadar MDA darah. Tikus dibagi dalam 5 kelompok kontrol (tikus normal), tikus hiperurisemia tanpa perlakuan dengan kopi, serta tiga kelompok tikus hiperurisemia yang diberi perlakuan pemberian kopi dosis yang berbeda (0,5 mg/200g berat badan (BB); 0,25 mg/200g BB; dan 0,15 mg/200g BB). Setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus yang diambil darahnya pada jam ke-6 dan jam ke-21. Uji posthoc menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai p < 0,05 pada jam ke-21 setelah pemberian infusa kopi arabika. Penurunan kadar MDA paling efektif pada kelompok K3, yaitu tikus hiperurisemia dengan pemberian dosis kopi 0,5 mg/200g BB. Kesimpulannya adalah infusa kopi arabika memiliki aktivitas sebagai antioksidan, dibuktikan dengan adanya penurunan kadar MDA tikus hiperurisemia pada penelitian ini.


Kata kunci: hiperurisemia, kopi arabika, malondialdehid, tikus wistar.

Published
2019-06-24
How to Cite
Dewajanti, A., Sumbayak, E., & Neno, M. (2019). Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.): Pengukuran Kadar Malondialdehid (MDA) pada Tikus Wistar (Rattus novergicus) Hiperurisemia. Jurnal Kedokteran Meditek, 24(68). Retrieved from http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/Meditek/article/view/1699
Section
Artikel Penelitian