USULAN PENGEMBANGAN PRODUK KERIPIK SINGKONG PONG’S

Authors

  • Riana Magdalena Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Junaidi Wijaya Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu hasil pertanian terbesar di Indonesia adalah singkong dimana singkong tidak tahan lama sehingga perlu diawetkan. Desa Ponggang di Kabupaten Subang banyak menghasilkan singkong dan diubah menjadi keripik. Namun, keripik singkong tersebut kurang laku karena rendahnya kualitas makanan pada keripik tersebut sehingga perlu untuk dikembangkan. Quality Function Deployment (QFD) merupakan alat pengembangan produk dengan menggabungkan Voice of Customer dengan Voice of Company. Berdasarkan hasil matriks perencanaan produk dari House of Quality, terdapat tujuh kebutuhan yang perlu dikembangkan, yaitu keripik ysng tidak berminyak, rasa keripik yang gurih, rasa keripik yang pedas, tidak meninggalkan aftertaste tidak enak, memiliki kemasan yang menarik, porsi yang sesuai dengan kemasan yang tertera, dan ketebalan keripik yang sama. Hasil dari pembentukan konsep menghasilkan gabungan lima konsep, yang pada seleksi konsep terpilih konsep 3 yang berisi spesifikasi-spesifikasi teknis produk keripik yang terkait dengan jumlah MSG, jumlah bumbu-bumbu, kandungan minyak pada keripik, waktu menggoreng, suhu penggorengan, jumlah level pedas, dan jenis kemasan yang digunakan . Harga Pokok Penjualan dihitung berdasarkan harga yang ditanggung oleh distributor di Jakarta yang terdiri dari biaya keripik, biaya transportasi, dan biaya kemasan yang berdasarkan perhitungan HPP dibagi menjadi empat, karena produk memiliki empat level pedas yang berbeda dengan HPP per bungkus yang sama, yaitu Rp 6.400,-/bungkus.

Kata Kunci: pengembangan produk, Quality Function Deployment, House of Quality

Downloads

Published

2018-08-09