Penerapan Metode Flipped Classroom untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Tematik Secara Online Siswa kelas 5 SD Kristen Pamerdi Malang
Abstract
Bernalar kritis merupakan kemampuan untuk memproses, membangun keterkaitan, menganalisis, mengevaluasi dan menyimpulkan informasi. Flipped Classroom merupakan metode belajar yang mengombinasikan metode pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online di mana dalam proses belajarnya siswa mempelajari materi pelajaran terlebih dahulu secara mandiri. Mempertimbangkan rendahnya jumlah siswa yang memenuhi indikator keberhasilan aspek berpikir kritis, peneliti melakukan tindakan untuk meningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan metode pembelajaran Flipped Classroom. Peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari siklus I dan siklus II dengan subyek penelitian siswa kelas 5 SD Kristen Pamerdi Malang. Instrumen yang digunakan berupa pengukuran hasil belajar, rubrik penilaian, dan lembar observasi yang mencakup empat aspek kemampuan berpikir kritis, yaitu diskusi, studi kasus, kinerja produk, dan High Order Thinking Skill (HOTS). Data yang diperoleh berupa nilai tes awal dan tes akhir serta hasil observasi kemampuan berpikir kritis siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah siswa yang mencapai indikator keberhasilan aspek berpikir kritis dari sebelum dan setelah dilaksanakannyametode pembelajaran Flipped Classroom. Data awal menunjukkan sebanyak 32% dari jumlah siswa berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada aspek berpikir kritis pembelajaran tematik dan meningkat menjadi 73% pada akhir siklus II. Persentase rata-rata ketercapaian indikator aspek berpikir kritis sebelum PTK hingga siklus II juga menunjukkan peningkatan, yaitu dari 44% menjadi 64% dan meningkat menjadi 73% dari jumlah keseluruhan siswa.
Kata Kunci: Flipped Classroom, berpikir kritis, tematik