Mini Break Intervention in Preventing Asthenopia among Drawing Workers using Standard and Widescreen Size VDT at Construction Company in Jakarta

  • Boy Hidayat University of Indonesia
  • Aria Kekalih University of Indonesia
  • Tri Rahayu University of Indonesia

Abstract

Abstract

Background,Minibreak intervention may solve asthenopia which has a main problem among workers using VDT. Asthenopia is measured with near point convergence (NPC). The purpose of this study was to determine convergence power difference that mini break produces between workers using standard VDT and widescreen VDT. Methods, Sixty six workers were divided into four groups: minibreak and no minibreak intervention in standard VDT users and widescreen VDT users. The difference of NPC before and after 4 hours of VDT exposure and 4 hours of exposure with a 15 minute minibreakwere measured in all groups using RAF ruler.  Results,  Minibreak intervention resulted in a significant difference of convergence power between workers using standard VDT (p=0.000) and widescreen VDT (p=0.000).   But the differences of convergence between standard VDT and widescreen VDT were not significant in those given minibreak (p=0.9694) and those not given (p=0.6251). Conclusion, Mini break intervention produced significant differences in convergence power between both groups but the size of the VDT had no effect.

 

Keywords: Asthenopia, VDT, near point convergence, mini break

 

Abstrak

Latar Belakang, Mini break dapat menjadi solusi untuk kelelahan mata yang menjadi masalah utama pada pekerja dengan pekerjaan menggambar menggunakan VDT.  Kelelahan mata dapat diukur dengan mengukurnear point convergence (NPC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan NPC yang dihasilkan oleh mini break pada pekerja yang menggunakan VDT standar dan wide screen. Metode, Enam puluh enam pekerja dibagi menjadi empat kelompok: mini break dan tanpa mini break pada pekerja VDT  standar dan wide screen. Perbedaan NPC sebelum dan sesudah pajanan VDT selama 4 jam terus-menerus tanpa mini break dan pajanan selama 4 jam dengan mini break 15 menit di tengah-tengah diukur pada semua grup menggunakan RAF ruler. Hasil, Intervensi mini break menghasilkan perbedaan bermakna pada kekuatan konvergensi antara pekerja yang menggunakan   VDT   standar   (p=0.000)   dan   VDT  widescreen   (p=0.000).   Namun   perbedaan konvergensi antara VDT standar dan widescreen tidak berbeda bermakna pada grup yang diberikan mini break (p=0.9694) dan tanpa mini break (p=0.6251). Kesimpulan, Intervensi mini break menghasilkan kekuatan konvergensi yang berbeda antara dua kelompok pekerja, namun hal tersebut tidak dipengaruhi oleh ukuran VDT.

 

Kata kunci: Mata lelah, VDT, pekerja gambar, near point convergence, mini break

 

Author Biographies

Boy Hidayat, University of Indonesia

Division of Occupational Medicine, Faculty of Medicine, University of Indonesia, Jakarta

Aria Kekalih, University of Indonesia
Division of Occupational Medicine, Faculty of Medicine, University of Indonesia, Jakarta
Tri Rahayu, University of Indonesia
Department of Ophtalmology, Cipto Mangunkusumo Hospital, Faculty of Medicine
Published
2017-10-10
How to Cite
Hidayat, B., Kekalih, A., & Rahayu, T. (2017). Mini Break Intervention in Preventing Asthenopia among Drawing Workers using Standard and Widescreen Size VDT at Construction Company in Jakarta. Jurnal Kedokteran Meditek, 22(60). Retrieved from http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/Meditek/article/view/1452
Section
Artikel Penelitian