Penyakit Hemolitik pada Bayi Baru Lahir

  • Martina Rentauli Sihombing Staf Pengajar Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
  • Dominica Pita Sari Staf Pengajar Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Abstract

Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir adalah sindrom anemia hemolitik dan ikterus yang terjadi akibat destruksi eritrosit yang sudah dilapisi oleh antibodi. Patofisiologi pada penyakit ini adalah karena adanya proses imun yang dimulai saat terjadi sensitisasi pada kehamilan pertama saat darah janin yang memasuki sirkulasi ibu. Adanya ketidakcocokan golongan darah atau rhesus tersebut memicu proses imun ibu membentuk antibodi sehingga menyebabkan penghancuran eritrosit bayi. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya ketidakcocokan golongan darah ABO, rhesus, atau golongan darah lainnya. Perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi terjadi saat ada faktor golongan darah janin yang diwariskan dari ayahnya tidak dimiliki oleh ibu. Gejala yang timbul antara lain hiperbilirubinemia, anemia, hepatosplenomegali, dan lainnya. Pemeriksaan laboratorium yang berfungsi sebagai pemeriksaan penyaring adalah: Uji Rossete, uji Kleihauer-Betke (KB), flowsitometri dan tes antiglobulin indirek. Pemeriksaan rutin lainnya adalah pemeriksaan darah rutin, kadar bilirubin, golongan darah dan rhesus. Penatalaksanaan saat kehamilan dapat berupa transfusi intrauterin atau imunomodulasi, sementara penatalaksanaan paska kelahiran dapat dengan transfusi tukar, fototerapi atau pemberian imunoglobulin

Kata kunci : Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, sensitisasi, antibodi, imunoglobulin

Published
2019-06-24
How to Cite
Sihombing, M., & Sari, D. (2019). Penyakit Hemolitik pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Kedokteran Meditek, 24(68). Retrieved from http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/Meditek/article/view/1705
Section
Tinjauan Pustaka