Hubungan Indeks Massa Tubuh terhadap Dysmenorrhea pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Angkatan 2015

  • Budiman Hartono Departemen Biologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Krida Wacana
  • Fallentino Christman Leuhery Faculty of Medicine, Krida Wacana Christian University

Abstract

Kelebihan berat badan menjadi masalah yang sering ditemukan pada negara berkembang. Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 di Indonesia menunjukan data overweight pada dewasa usia >18 tahun meningkat dari 11,5% menjadi 13,6% pada tahun 2013, sedangkan data obesitas pada dewasa usia >18 tahun meningkat dari 14,8% tahun 2013 menjadi 21,8% pada tahun 2018. Dysmenorrhea adalah satu dari beberapa gangguan menstruasi yang bisa mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2014, perempuan usia produktif berjumlah sekitar 1,2 milyar atau 18% dari jumlah penduduk didunia, dan sekitar 45-93% perempuan yang menstruasi menderita dysmenorrhea.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara IMT terhadap dysmenorrhea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran UKRIDA angkatan 2015. Penelitian ini menggunakan desain kolerasi analitik dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) dari bulan Juni hingga Desember 2018.  Subjek penelitian ini adalah mahasiswi aktif Fakultas Kedokteran UKRIDA angkatan 2015 dengan cara menyebarkan kuisoner, microtoise sebagai alat ukur tinggi badan, dan timbangan injak sebagai alat ukur berat badan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata umur mahasiswi angkatan 2015 di Fakultas Kedokteran UKRIDA adalah 21 tahun. Indeks massa tubuh normal responden sebanyak 51 responden (48,2%). Derajat nyeri (dysmenorrhea) responden mengeluh nyeri sebanyak 63 responden (59,4%) dan didapatkan hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan dysmenorrhea pada mahasisiwi Fakultas Kedokteran UKRIDA angkatan 2015.

References

1. Pratiwi H, Rodiani. Obesitas sebagai resiko pemberat dismenore pada remaja. Majority, 2015; 4(9): 96.
2. Khotibuddin M. Hubungan depresi dan perilaku makan terhadap berat badan lebih mahasiswa kedokteran. Mutiara Medika: 2017; 17(1): 42.
3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar: Proporsi overweigt dan obesitas pada usia >18 tahun data tahun 2007-2018 dengan indikator pengukuran IMT. Jakarta: Depkes RI, 2018.
4. Lasmi KKH, Wibawa A, Mullarta IM. Hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) kategori underweight dengan tingkat nyeri dysmenorrhea primer remaja putri sekolah menengah pertama. Jakarta: Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 2017; 6(3): 27.
5. Zivanna A, Wihandani DM. Hubungan antara obesitas dengan prevalensi dismenorea primer pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Fakultas Kedoteran Udayana : E-Jurnal Medika, 2017; 6(5): 2-3.
6. Latthe P, Latthe M, Say L, Gülmezoglu M, Khan KS. WHO systematic review of prevalence of chronic pelvic pain: a neglected reproductive health morbidity. WHO: BMC Public Health, 2006; 6(1): 177.
7. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Infodatin pusat data dan informasi kementrian kesehatan Republik Indonesia : situasi kesehatan reproduksi remaja. Jakarta: Dinas Kesehatan Indonesia, 2015.
8. Nur V, Sanusi A. Gambaran pengetahuan remaja madya (13-15 tahun) tentang dysmenorrhea di SMPN 29 Kota Bandung.
9. Asmaulludin AK. Kejadian dysmenorrhea berdasarkan karateristik orang dan waktu serta dampaknya pada remaja putri SMA dan sederajat di Jakarta Barat tahun 2015. Jakarta: Universitas Islam Negri Syarif Hidayahtullah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 2015.
10. Pande NNUW, Purnawati S. Hubungan antara indeks massa tubuh dengan dysmenorrhea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Bali: Fakultas Kedokteran Udayana, 2010.
11. Widayanti LP, Widawati PR. Correlation between body mass index and dysmenorrhea preclinical female students aged 16-24 at the hang tuah university medical faculty surabaya. International Coference on Sustainable Health Promotion, 2018: 66-70.
12. Laila AF. Hubungan kelebihan berat badan dengan dysmenorrhea pada siswi SMK Ibu Kartini Semarang. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah, 2016: 1-57.
13. Somani SG, Somani SR, Choudhary Vrunda, et al. Evaluation of relation between dysmenorrhea and body mass index in rural adolescents girls and its impact on quality of life. International Journal of Recent Trends in Science and Technology; 2015; 14(2): 350-355.
14. Eittah HFA. Effect of breakfast skipping on young female’s menstruation. Health Science Journal, 2014; 8 (4): 469-484.
15. Ranasinghe C, Prananna G, Prasad K, Nalinda K, Sithira T. Reletionship between body mass index (bmi) and body fat percentage, estimated by bioelectrical impedance, in a group of Sri Lankan adults: a cross sectional study. BMC public health, 2014; 13(797): 1471-2458.
16. Supariasa. Indeks massa tubuh. Dalam: penilaian status gizi. Jakarta: EGC; 2012.
17. WHO. Obesity: preventing and managing the global epidemic. WHO Technical Report Series, 2000: 894.
18. Husnah. Tatalaksana obesitas. Kedokteran Syiah Kuala, 2012; 12(2): 100-101.
19. Kurdanti W, Suryani I, Syamsiatun NH, Siwi LP, Adiyanti MM, et al. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja. Jakarta, 2014; 11(4): 179-190.
20. Zalni RI, Harahap H, Desfita S. Usia menarche berhubungan dengan status gizi, konsumsi makanan dan aktivitas fisik. Jakarta: Jurnal Kesehatan Reproduksi, 2017; 8 (2): 153-161.
21. Ganong, William F. Fisiologi kedokteran. Edisi 22. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2008.
22. Anwar M, Baziad A, Prabowo RP. Ilmu kandungan. Edisi 3. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2011: 73-89.
23. Wiknjosastro. Ilmu kandungan. Jakarta: P.T. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardo, 2008.
24. Benson, dkk. Buku saku obstetri dan ginekologi. Jakarta: EGC, 2009.
25. Leppert, Phyllis. Primary care for women. 2th ed. Philadelphia: Lippincott-Williams & Wilkins, 2004.
26. Nurwana, Sabilu Y, Fachlevy AF. Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenorea pada remaja putri di SMA Negeri 8 Kendari tahun 2016. Kendari, 2017; 2(6): 1-14.
27. Tanra AH. Nyeri Akut. PT. Gakken, Health and education Indonesia. Jakarta, 2015: 1-5.
28. Powell RA, Dwoning J, Ddungu H, Mwangi FN. Pain history and pain assesment, 2010; 67-77.
29. Beddu S, Mukarramah S, Lestaluhu V. Hubungan status gizi dan usia menarche dengan dismenorea primer pada remaja putri. The Saoutheast Asian Journal of Midwifery, 2015; 1(1): 16-21.
Published
2020-02-26
How to Cite
Hartono, B., & Leuhery, F. (2020). Hubungan Indeks Massa Tubuh terhadap Dysmenorrhea pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Angkatan 2015. Jurnal Kedokteran Meditek, 26(1), 17-22. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v26i1.1799
Section
Artikel Penelitian