Peran Problem Based Learning dalam Proses Belajar Mengajar

  • Mirza Indrajanti S Ukrida

Abstract

Abstrak

               Problem based learning (PBL) adalah metoda pembelajaran berbasis masalah yang dilakukan dalam diskusi kelompok kecil. Masalah diutarakan dalam skenario yang memicu mahasiswa untuk berpikir kritis dan mencari informasi yang relevan. Jadi PBL bukan tentang pemecahan masalah tetapi menggunakan masalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengertian. Ada berbagai teori pembelajaran yaitu teori kognitif, behavioristik, dan konstruktivistik.

            Kegiatan pada PBL adalah berupa kelompok yang terdiri atas 8 – 10 orang mahasiswa, satu tutor. Peran tutor adalah memfasilitasi interaksi. Mahasiswa memilih ketua kelompok PBL dan sekretaris untuk mencatat diskusi. Flip chart atau whiteboard digunakan untuk catatan laporan diskusi. Tutorial PBL sudah dilakukan dengan Maastricht “seven jump†process (proses tujuh langkah Maastricht).

           Pada PBL perkembangan staf sangat penting yaitu setiap dosen harus memelajari skenario dengan baik, supaya pada saat PBL mereka dapat menjadi fasilitator yang baik. Peran tutor atau fasilitator pada saat tutorial adalah dapat memfasilitasi dengan baik sehingga terjadi diskusi kelompok yang dinamis.

 

Kata kunci: : Problem based learning (PBL), teori pembelajaran kognitif, behavioristik dan konstruktivistik, Maastricht “seven jump†process.

 

Abstract

       Problem based learning (PBL) is a learning method in small discussion. The problem is expressed in scenario that triggers the student to be critical thinking, seeking relevant information. PBL is not a problem solving but using the problem to increase knowledge and understanding. There is several learning theory that is cognitive, behaviorist, and constructivist theory.

     PBL activities are group consist of 8–10 students, one tutor. Tutor’s role is much more to facilitate interaction.

Students choose a leader and secretary for making discussion record. Flipchart and whiteboard are used for discussion report record. PBL tutorial has been done with Maastricht “seven jumpâ€process.

      Staff development is very important in PBL. Every lecturer has to learn scenario very well so that they can be a good facilitator in PBL. Tutor or facilitator’s role at tutorial is to facilitate very well so the group in discussion can be dynamic.

 

Key words: Problem based learning (PBL), cognitive, behaviorist, constructivist theory, Maastricht “seven jump†process

 


 

Author Biography

Mirza Indrajanti S, Ukrida
Dosen Bagian Fisioologi Fakultas Kedokteran
Published
2016-01-07
How to Cite
S, M. (2016). Peran Problem Based Learning dalam Proses Belajar Mengajar. Jurnal Kedokteran Meditek, 21(55). Retrieved from http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/Meditek/article/view/1203
Section
Artikel Penelitian