Korelasi Internet Gaming Disorder terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran UKRIDA Tahun Ajaran 2018/2019

  • Januwar Lukita Medical Student
  • William William Department of Physiology, Faculty of Medicine Ukrida
  • Indriani K Sumadikarya Department of Physiology, Faculty of Medicine Ukrida
  • Flora Rumiati Department of Physiology, Faculty of Medicine Ukrida
Keywords: sleep disturbance, internet gaming disorder, sleep quality, neurotransmitter

Abstract

Internet gaming disorder merupakan salah satu bentuk penggunaan internet yang secara berkelanjutan yang bersifat patologis. Salah satu kerugian yang dapat terjadi adalah terganggunya kualitas tidur seseorang dikarenakan waktu tidur yang dikobankan untuk bermain game. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi internet gaming disorder terhadap kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan purposive sampling pada 88 orang responden yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2015, 2016, 2017, dan 2018 di Fakultas Kedokteran UKRIDA. Kuesioner Internet Gaming Disorder Short-Scale Form (IGD9S-SF) digunakan untuk menentukan kejadian internet gaming disorder dan kuesioner Pittsburgh’s Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk menilai kualitas tidur responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 24. Sebanyak 87% responden memiliki kualitas tidur yang buruk, dan dari responden yang memiliki kualitas tidur buruk didapatkan sebanyak 9,1% mengalami internet gaming disorder. Dalam penelitian ini internet gaming disorder memiliki korelasi lemah terhadap kualitas tidur mahasiswa FK UKRIDA.

References

1. Brain basics: understanding sleep. Didapat dari: https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Understanding-Sleep#top [cited 14 Juni 2019];2019: [1 screen].
2. Circadian rhythms. Didapat dari: https://www.nigms.nih.gov/Education/Pages/Factsheet_CircadianRhythms.aspx [cited 14 Juni 2019];2017:[1 screen].
3. How sleep works. Didapat dari: https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/how-sleep-works [cited 14 Juni 2019];2018:[1 screen].
4. Sherwood L. Susunan saraf pusat. Dalam: Yesdelita N, editor. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem. Ed. 6. Jakarta: EGC. 2011
5. Amir, N. Tatalaksana insomnia: insomnia bisa terjadi pada semua lapisan usia, tak terkecuali anak-anak. Jakarta. 2010.
6. WHO menetapkan kecanduan game sebagai gangguan mental, bagaimana gamer Indonesia bisa sembuh. Didapat dari: https://theconversation.com/who-tetapkan-kecanduan-game-sebagai-gangguan-mental-bagaimana-gamer-indonesia-bisa-sembuh-99029 [cited 29 agustus 2018];2012: [1 screen].
Rollings A, Adams E. Fundamentals of game design. Prentice Hall. 2006
7. Kuss DJ. Internet gaming addiction: current perspectives. Psychology Research and Behavior Management: 2013;6: 125-37.
8. https://www.similarweb.com/apps/top/google/store-rank/id/games/top-free.
9. American Psychiatric Association. Internet gaming. diagnostic and statistical manual of mental disorders, fifth edition. London: American Psychiatric Publishing. 2013.
10. International classification of disease for mortality and morbidity statistics. Didapat dari: https://www.who.int/classifications/icd/en/
11. Kuss DJ, Louws J, Reinout WW. Online gaming addiction motives predict addictive play behavior in massively multiplayer online roleplaying games. Cyberpsychology Behavior and Social Networking. 2012;15(9): 480-5.
12. Pontes HM, Macur M, Griffiths MD. Internet gaming disorder among Slovenian primary schoolchildren finding from a nationally representative sample of adolescents. J Behav Addict. 2016;5(2): 304-10.
13. Maya S, Hawi NS, Griffiths MD. Internet gaming disorder in Lebanon relationships with age, sleep habits, and academic achievement. J Behav Addict. 2018;7(1): 70-8.
14. Choo H et al. Pathological video-gaming among Singaporean youth. Annals Academy of Medicine. 2010;39(11): 822-9.
15. Spekman MLC, Konijn EA, Roelofsma PHMP, Griffiths MD. Gaming addiction, definition, and measurement a largescale empirical study. Computers in Human Behavior. 2013;29: 2150-5.
16. Hussain Z, Griffiths MD, Baguley T. Online gaming addiction classification prediction and associated risk factors. Addiction Research and Theory. 2012;20(5): 359-71.
17. Vollmer C, Randler C, Horzum MB, Ayas T. Computer game addiction in adolescents and its relationship to chronotype and personality. SAGE Open. 2014;4(1): 1-9.
18. Sari F, Auditta M. Pengaruh stres terhadap kualitas tidur pada mahasiswa fakultas kedokteran unika atma jaya angkatan 2010 [skripsi]. Jakarta: Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya. 2011.
19. Fenny, Supriatmo. Hubungan kualitas dan kuantitas tidur dengan prestasi belajar pada mahasiswa fakultas kedokteran. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia. November 2016;5(3): 140-7.
20. Riska S, Faisal, Huda F. Perbandingan kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas padjajaran yang menggunakan dan tidak menggunakan cahaya lampu saat tidur. JSK. Desember 2017;3(2): 73-9.
21. Indrawati. Hubungan permainan video game dengan pola tidur anak usia sekolah SD Muhammadiyah Condong Catur, Sleman [skripsi]. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 2014
Published
2020-01-31
How to Cite
Lukita, J., William, W., Sumadikarya, I., & Rumiati, F. (2020). Korelasi Internet Gaming Disorder terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran UKRIDA Tahun Ajaran 2018/2019. Jurnal Kedokteran Meditek, 26(1), 8-16. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v26i1.1777
Section
Artikel Penelitian