Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Perilaku Pencegahan ISPA pada Anak Balita di Kampung Galuga

  • Winning Gustini Daeli Fakultas Keperawatan, Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Indonesia
  • Jimmy Prima Nugraha Harefa Fakultas Keperawatan, Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Indonesia
  • Meivi Widarni Lase Fakultas Keperawatan, Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Indonesia
  • Martina Pakpahan Universitas Pelita Harapan
  • Agustin Lamtiur Fakultas Keperawatan, Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Indonesia

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi masalah kesehatan utama pada anak dibawah usia lima tahun (balita). Pengetahuan ibu turut memengaruhi kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu mengenai ISPA dengan perilaku ibu dalam pencegahan ISPA pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak balita di Kampung Galuga, Binong. Jumlah sampel sebanyak 40 responden yang didapatkan dengan accidental sampling. Analisa data berupa analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji Somers’d. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,5% responden memiliki pengetahuan cukup mengenai ISPA dan sebanyak 57,5% responden memiliki perilaku baik dalam pencegahan ISPA. Diketahui tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu mengenai ISPA dengan perilaku ibu dalam pencegahan ISPA, sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan tidak menentukan perilaku seseorang. Terdapat banyak faktor lainnya yang turut memengaruhi perilaku seseorang dalam pencegahan ISPA, seperti   sikap, motivasi, usia, lingkungan, dan sosial budaya. Diperlukan upaya yang holistik, berkelanjutan dan lintas sektor dalam membangun perilaku yang positif dalam pencegahan ISPA.

References

1. World Health Organization (WHO). Operational guidelines for prevention and control of ARI in Afghanistan operational guideline for prevention and control of ARI in Afghanistan. Geneva: World Health Organization; 2012.
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset kesehatan dasar tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.
3. World Health Organization (WHO). Pneumonia. Geneva: World Health Organization; 2017
4. Kementerian Kesehatan. Riset kesehatan dasar tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2019.
5. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Profil kesehatan Kabupaten Tangerang 2017. Tangerang: Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang; 2018.
6. Puskesmas Binong. Laporan poli anak. Tangerang: Puskesmas Binong; 2019.
7. Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan. Laporan praktek mahasiswa profesi keperawatan keluarga dan komunitas. Tangerang: Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan; 2019.
8. Taksande AM, Yeole M. Risk factors of acute respiratory infection (ARI) in under-fives in a rural hospital of Central India. Journal of Pediatric and Neonatal Individualized Medicine (JPNIM). 2016;5(1):50105.
9. Pinzón-Rondón ÁM, Aguilera-Otalvaro P, Zárate-Ardila C, Hoyos-Martínez A. Acute respiratory infection in children from developing nations: a multi-level study. Paediatrics and International Child Health. 2016;36(2):84-90.
10. Syahidi MH, Gayatri D, Bantas K. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak berumur 12-59 bulan di Puskesmas Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, tahun 2013. J Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 2016;1(1).
11. Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.
12. Priyoto. Teori sikap dan perilaku dalam kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika; 2014.
13. Mis Cicih LH. Pengaruh perilaku ibu terhadap status kesehatan anak baduta di Provinsi Jawa Tengah. Sari Pediatri. 2011;13(1):41.
14. Teddy T, Ramdhani E, Hayani I. Hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita Di Poli Rawat Jalan Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. 2016;3(3).
15. Pebriyani U, Alfarisi R, Putri GH. Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang ISPA dengan perilaku pencegahan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pasar Ambon Bandar Lampung tahun 2016. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. 2016;3(3).
16. Wawan A, Dewi M. Teori dan pengukuran pengetahuan, sikap, dan perilaku manusia dilengkapi contoh kuesioner. Yogyakarta: Nuha Medika; 2010.
17. Niki I, Mahmudiono T. Hubungan pengetahuan ibu dan dukungan keluarga terhadap upaya pencegahan infeksi saluran pernapasan akut. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education. 2019;7(2):182–92.
18. Qiyaam N, Furqani N, Febriyanti A. Tingkat pengetahuan ibu terhadap penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) pada balita di Puskesmas Paruga Kota Bima tahun 2016. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina. 2016;1(2):235-47.
19. Silviana I. Hubungan pengetahuan ibu tentang penyakit ISPA dengan perilaku pencegahan ISPA pada balita di PHPT Muara Angke Jakarta Utara tahun 2014. Forum Ilmiah. 2014;11(3).
20. Lestari DF. Gambaran pengetahuan ibu tentang ISPA pada balita di Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang. Jurnal Gizi dan Kesehatan. 2015;7(15):173-81.
21. Junaidi P, Zulaikha F. Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang ISPA pada balita usia 1-5 tahun di PUSKESMAS Air Putih Samarinda. Repository Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur; 2017.
22. Chandra C. Hubungan pendidikan dan pekerjaan ibu dengan upaya pencegahan ISPA pada balita oleh ibu yang berkunjung ke Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2017;4(1):11-5 .
23. Firdausia A. Hubungan tingkat pendidikan dan pekerjaan ibu dengan perilaku pencegahan ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gang Sehat Pontianak. Jurnal Mahasiswa Fakultas Kedokteran Untan. 2013;3(1):192749.
24. Taarelluan KT, Ottay RI, Pangemanan JM. Hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap tindakan pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Desa Tataaran 1 Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa. Jurnal Kedokteran Komunitas Dan Tropik. 2016;4(1).
25. La Bassy L, Soamole I, Leka IS. Maternal behavior and the recurrence of upper respiratory track infection. Health Notions. 2018;2(7):792–5.
26. Hadisaputra S, Suparta L, Ananda DR. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA berulang pada balita usia 36-59 bulan Di Puskesmas Kecamatan Cipayung. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan. 2015;5(1):6.
27. Putra AP, Widajadnja N, Salman M. Relations of mother’s knowledge and behavior regarding acute respiratory tract infection (ARI) and precautions of ARI at Puskesmas Lindu Sub-District Lindu District Sigi in 2015. Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. 2017;4(1):1-5.
28. Octaviani D, Kholisa I, Lusmilasari L. The relationship between knowledge, attitude, and family support with mother’s behaviour in treating of acute respiratory infection on children under five at Desa Bangunjiwo, Kasihan Bantul. International Journal Research in Medical Sciences. 2015;3(1):S41–6.
Published
2021-03-04
How to Cite
Daeli, W., Harefa, J., Lase, M., Pakpahan, M., & Lamtiur, A. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Perilaku Pencegahan ISPA pada Anak Balita di Kampung Galuga. Jurnal Kedokteran Meditek, 27(1), 34-40. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1939
Section
Artikel Penelitian